JAKARTA--Pikas: Dari 241.973.879 penduduk Indonesia, 6 persen atau 14,5 juta diantaranya menderita gizi buruk. Berdasarkan data Pusat Statistik Kesehatan Depkes, sebagian besar penderita gizi buruk tersebut berusia di bawah lima tahun atau balita.
"Jumlah itu lebih sedikit ketimbang tahun-tahun sebelumnya, sehingga meski sekarang hampir setiap hari terjadi kasus gizi buruk, namun tidak setinggi kasus gizi buruk akibat krisis moneter beberapa tahun lalu,"kata Kepala Pusat Kajian Pembangunan Kesehatan Depkes, Abdurrahman di Jakarta, kemarin.
Dibenarkan Abdurrahman, kesehatan masyarakat Indonesia semestinya menjadi prioritas pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
"Namun kenyataannya, masih belum maksimal peran pemerintah dalam memaksimalkan usaha kesehatan masyarakat tersebut," kata Abdurrahman.
Hal itu bisa dilihat dari rendahnya Alokasi APBN 2006 untuk kesehatan yang hanya 2,9 persen atau Rp 10,8 triliun.
Untuk itu, dikatakan Abdurrahman, pemerintah daerah perlu melakukan kerjasama dengan baik untuk mengupayakan kesehatan masyarakat dan jangan membiarkan kasus gizi buruk terus berlangsung di wilayahnya.
"Sekarang pemerintah daerah harus lebih mengaktifkan posyandu, supaya lebih tanggap dan transparan terhadap kasus gizi buruk,"tandas Abdurrahman. (008)
06 Maret 2006 http://www.bkkbn.go.id/news_detail.php?nid=2535
this site is sincerely dedicated by Indonesia Greenchoice Foundation in remembering Caring Committee for Children Nutrition of Jawa Tengah Province